G-STRING (part 2)

Setelah pernah ndeso sewaktu menemukan g-string buat laki-laki di sebuah mall (kisahnya bisa baca di sini), kali ini saya begitu norak saat melihatnya dikenakan seseorang.

Bermula saat liburan. Pagi itu saya berencana berenang di hotel tempat saya menginap. Memang ada tempat mandi di sebelah ruang ganti pakaian, namun di dekat kolam juga tersedia pancuran buat yang ingin membilas diri di sana.

Lalu datanglah cowok brondong itu. Ia keluar dari kolam dan menuju pancuran untuk mandi. Tentu bukan hal aneh. Hanya saja, saat dia tengah mandi sambil memutar-mutar tubuhnya di bawah shower, saya melihat sesuatu yang tak biasa. Bagian belakang celana dalam yang harusnya menutupi bokong itu terbuka lebar. Wowww!!!

Katakanlah saya ndeso karena awalnya saya pikir itu model swempak teranyar. Ternyata ia memakai g-string. Meski tidak sama persis bentuknya, konsep dasar modelnya sama dengan g-string buat cewek. Duh gusti, betapa saya tidak tahu perkembangan mode terkini sama sekali.

Barangkali begini akibatnya kalau sok alim. Selama ini, kalau membelikan suami, tahunya cuma cap buaya mangap atau yang mengklaim anti selip. Celana dalam merek itu bentuknya begitu-begitu saja, paling beda di warna, bahan dan motifnya. Itupun belinya di Indomaret.

Mungkin sesekali saya musti belanja celana dalam di butik khusus, biar tahu model cutting edge ~ seperti cowok metroseksual yang sedang mandi di pancuran itu.

Dan Tuhan, maafkan saya karena menikmati pemandangan bagus dari bokong kencang yang menyembul dari g-stringnya.

Advertisements
Categories Kisah
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close